The Power of Acceptance and The Strength in Letting Go

hermannhesse384604

Kalo kalian pernah baca blog ini, ada satu postingan gw tentang Life is Always Full of Surprises. Coba deh scrolling2 di blog ini.

Akhir-akhir ini gw baca bukunya Deepak Chopra The Seven Spiritual Laws of Success. Ada satu chapter dalam buku itu, kalo gak salah chapter 4, yang bilang kalau sometimes, kita harus menerima apapun yang terjadi pada kita dengan lapang dada, karena jika kita terus melawan dan mengingkarinya, justru malah akan melukai kita lebih dalam. Dari sini bisa disimpulkan bahwa kadang dengan menerima keadaan, kita bisa jadi lebih tenang dan melihat peluang baru yang mungkin muncul di masa depan.

Gw, yang seumur hidup “dipaksa” berjuang untuk segala sesuatu yang gw inginkan, merasa luar biasa tertohok. Gimana mungkin gw bisa tenang menerima sesuatu yang buruk yang menimpa gw dan melepaskannya dengan ikhlas padahal gw tahu sesuatu itu awalnya sangat gw inginkan? However, time seems to befriend me this time, and show me the power of acceptance, and the strength in letting go.

Sebagai contoh, pada suatu hari, hidup kembali melemparkan lemon ke muka gw. The ripest one, the handsome one *eh. Gw pun menyambut kedatangan lemon dengan suka cita karena lemon ini nampaknya mampu menjanjikan lemon lain yang sangat gw mimpi-mimpikan beberapa tahun terakhir ini. Beberapa bulan setelah gw memiliki lemon ini, gw baru sadar kalau lemon ini mulai membusuk dan menunjukkan tanda-tanda yang sama sekali beda dari yang gw lihat pertama kali. Karena the fighter way life taught me before, gw tetep bertahan memegang erat lemon itu, meski gw tau dan semua orang udah memberi tahu gw kalau lemon itu membusuk. Gw berusaha mengubah lemon itu, memoles lemon itu, memberi pengawet dan sebagainya sehingga nampak jadi lemon yang gw inginkan. Pada akhirnya, lemon itu kembali membusuk, dan gw dengan berat hati melepaskan lemon itu dari genggaman gw.

Awalnya, gw menyesal melepaskan lemon, dan sampai saat inipun masih sering mimpi buruk keingetan lemon itu. Namun gw sadar, bahwa memperjuangkan sesuatu yang mustahil mungkin hanya akan berakhir melukai gw lebih dalam. So I just accept the fact that the lemon is not there anymore, settle things that has been broken during my relationship with that lemon and try to move on with my life. Berat? Pasti. Bagian paling berat adalah bahwa setelah seumur hidup gw “dilatih” untuk pantang menyerah, kali ini gw seolah “dipaksa” menyerah.

Kejadian ini membuat gw menyadari the power of acceptance tadi. Dalam ajaran islam (I’m moslem but not the religious one) juga diajarkan tentang ikhlas dan tawakal. Walaupun gw sampai saat ini tetap beranggapan bahwa ketiganya harus datang setelah kerja keras, pada akhirnya gw tahu bahwa setelah kerja keras, kita harus tidak memaksakan output yang kita inginkan (tawakal), dan dengan lapang dada menerima semua kejadian dan hasil yang mungkin, jauh di luar ekspektasi kita (ikhlas).

Karena, well, life is always full of surprises, right? And acceptance is always a choice.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s