Immortality

Aku sebenarnya ingin menulis ini tepat setelah kepergianmu. Namun apa daya, semua serpih kesibukan duniawi dan kehilangan atasmu yang menggenangi otakku mengurungku dalam kematisurian pikiran. Maka hari ini adalah hari dimana aku berharap bisa mengirim sepucuk surat kecil untukmu.

Kenangan masih lekat ketika kau dan aku sama-sama mendengarkan lagu dari pemekak suara anyarmu. Ya, kau selalu tertarik dengan barang-barang elektronik yang bermain dengan suara, dan kau cukup konservatif. Kau mencemooh pemekak suara digitalku dan memilih memberi pemekak suara konvensional yang memang kuakui, memiliki kualitas suara yang lebih dahsyat.

Jadi hari ini kunyalakan lagi pemekak suaramu dan memutar lagu kesukaan kita berdua, berharap bisa merasakan kehadiranmu sekali lagi.

So this is who I am, and this is all I know,
And I must choose to live, for all that I can give…

Aku suka Celine, dan kau pecinta The BeeGees. Bisa dipastikan lagu ini merupakan lagu favorit kita berdua. Kolaborasi luar biasa, katamu. Kau tak pernah suka gubahan lagu The BeeGees oleh siapapun, dan kau tak suka lagu-lagu baru The BeeGees setelah tahun 2000. Tapi kau membuat pengecualian untuk lagu ini. Aku tak tahu kau melakukannya hanya untukku atau kau memang sungguh-sungguh menyukainya. Dan aku tak peduli. Aku hanya peduli pada waktu yang kita habiskan berdua mendengarkan lagu ini.

And I will stand for my dream if I can,
Symbol of my faith and who I am
… but you were my only

Aku ingat kau selalu menjadi sumber kekuatanku. Kau angin yang berhembus di sayapku. Kau bumi yang menyangga pohon kehidupanku. Kau oksigen dalam atmosferku. Kau memberikanku kekuatan untuk memperjuangkan mimpiku, bahkan ketika kau tak menyetujuinya. Kau memberi tahuku tentang arti menanggung risiko, dan aku tak tahu siapa lagi yang bisa memberikannya selain kau.

And I must follow on the road that lies ahead
I won’t let my heart control my head,
… but you are my only

Aku ingat akulah yang memilih semua pilihan hidupku, dan kau tak pernah bilang kau setuju atau tidak. Kau selalu begitu. Kau membiarkanku memilih apa yang aku mau, menyokongku dan memberikanku kekuatan. Meskipun ketika kusadari aku salah memilih, kau tak pernah menyalahkanku. Kau menyadarkanku bahwa dalam hidup, kita tak pernah tahu benar atau salah sebelum kita menjatuhkan pilihan.

Fulfill your destiny
Is there within a child

Aku lagi-lagi tersadar bahwa mungkin semua kesalahan ini tak benar-benar tak berguna. Bahwa semuanya memiliki arti, dan arti itulah yang ingin kau tunjukkan padaku. Bahwa kita menjalani hidup untuk menemukan takdir kita, menemukan tujuan hidup kita, dan satu-satunya jalan adalah dengan melanjutkan perjalanan.

My strong will never end
My faith is on the way
But King of Heart’s joker well…

Maka kenapa aku mesti berhenti disini? Bukankah untuk semua yang kau pernah ajarkan padaku, aku harus tetap melanjutkan hidup? Kenapa aku mesti berhenti dan terpuruk disini? Kenapa aku harus membiarkan mereka menghalangiku dari mimpiku? Kau tak pernah ingin aku berhenti. Jadi meskipun dadaku sesak karena perasaan kehilangan atasmu dan mataku dibanjiri airmata, kekuatanku tak boleh pudar.

Karena kau tak ingin aku kalah.

Coz I have found a dream that must come true
Every ounce of me must see it through

Dan inilah mengapa aku harus bertahan. Kau tak pernah menuntutku untuk jadi juara. Kau tak pernah meminta apapun dariku. Namun aku tahu sepenuhnya kau ingin aku melanjutkan mimpiku. Jadi disinilah aku. Mengumpulkan segenap tenaga dan keberanian bertahan menghadapi semua badai dan semua hujan demi satu hal yang kau ajarkan padaku. Bahwa aku harus mewujudkan mimpiku.  Apapun yang terjadi.

Immortality…
There is a vision and a fire in me
I keep the memory of you and me inside…

Dan lagu ini menjelang penghabisannya. Aku tahu surat kecil ini mungkin tak berarti apapun bagi orang lain, tapi surat ini begitu berharga untukku. Aku ingin menyampaikan rasa terima kasihku karena Tuhan mengirimkan seorang yang kuat dan luar biasa bijaksana untuk membantuku menghadapi dunia. Bahwa aku berterima kasih Tuhan telah mengirimku ke tangan yang kokoh, ke hati yang benar dan ke sosok yang mengajariku apa arti bersyukur.

Aku harus menghapus airmata kerinduanku. Bukan lagi saatnya menangisi kepergianku. Aku harus berdiri tegak, memberanikan hatiku menembus badai dan melangkahg dengan kepala tegak, seperti yang kau minta. Karena untukku, warisanmu bukan uang, bukan berlian dan bukan pula pemekak suara ini. Warisanmu adalah kekuatan yang kau berikan padaku di akhir hidupmu, untuk membantuku mewujudkan seluruh mimpiku.

We don’t say, goodbye….

Dear Papa, aku memang tak sempat mengucapkan selamat tinggal padamu. Tapi kurasa selamat tinggal terlalu berlebihan. Karena pada kenyataannya kau tak pernah meninggalkanku. Kau terus hidup, dalam hatiku. Aku akan mengingat senyum terakhirmu sebagai api dari nyala kekuatanku yang takkan pernah padam.

Not your best daughter and never even trying to be one,
Alice.
(Bumi Allah, April 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s