Dancing with the Risk

Ini utang tulisan yang terakhir yang harusnya gw tulis kemarin.

Pernah gak kalian bilang, “Ini terlalu berisiko, gw gak mau menjalaninya.” Ato gw sendiri pernah bilang ama si patjar, bahwa hubungan ini terlalu berisiko karena gw sama dia sama-sama punya kendala untuk melangkah lebih jauh. Haha. *kok jadi curhat?*

Eniwei, apa sih yang sebenernya dimaksud dengan risiko? Kalo kalian hobi olahraga yang memacu adrenaline kayak terjun payung atau bungee jumping, risiko apa yang bersedia kalian tanggung? Sama aja dengan hubungan yang berisiko. Lagi-lagi, risiko apa yang bersedia kalian tanggung?

Risiko, bisa diartikan sebagai penyimpangan antara yang terjadi sebenernya sama yang diharapkan. Repotnya lagi, risiko ini uncertain, belom pasti terjadi meskipun potensi terjadinya tetep ada. Misalnya, gw pernah nonton serial Happily Never After yg menceritakan ttg seorang cewek relijius yg pacaran ama eks napi yang pernah dipenjara karena tindak kekerasan. Sewaktu dipenjara, si cewe sering kirim surat ke si napi, semacem konsultasi religi lah. Begitu si napi keluar penjara, dia ngdeketin si cewe, jadi jemaat di gerejanya si cewe n lama-lama mereka deket terus gak lama kemudian memutuskan buat pacaran dan menikah. Gak lama setelah menikah, si napi mulai nunjukin perubahan sikap, dari yang tadinya baik berubah jadi kasar. Si cewe tetep berusaha sabar, berharap si napi cuma lagi capek aja n nanti bakal balik baik lagi. Suatu hari si cewe ditemuin meninggal dengan kepala terpenggal dan si napi menghilang. Polisi nyari si napi dan pada saat ditangkep, semua bukti nunjukin kalo si napi ngebunuh si cewe relijius itu.

Inti ceritanya sih gampang, lo bersedia pacaran n menikah sama seorang eks napi yang pernah ditahan atas tindak kekerasan, ya lo harus siap dengan risiko dia gak sepenuhnya berubah dan bisa aja “penyakit” lamanya kumat dan lo adalah sasaran terbaik buat melampiaskan amarahnya.

Gw sendiri percaya historical events adalah salah satu yang memberikan bukti paling otentik untuk menilai apapun. Bukan hanya siapa, tapi juga apa. Misalnya lagi, kalian biasa pake ponsel merek tertentu yang punya kamera cihuy tapi juga punya epic failure suka susah di-charge. Nah, berdasarkan hal ini, kalian seharusnya udah siap dengan risiko suatu saat si ponsel kesayangan gak bisa di-charge.

Risiko, bukannya gak bisa dikendalikan. Ada banyak cara mengendalikan risiko, makanya sekarang subjek manajemen risiko jadi populer begitu juga dengan pakarnya, Prof. Rhenald Kasali. Haha. Segala macem juga mulai dikaitkan ama risiko, dan kemudian risiko jadi salah satu yang terkait pada hidup kita.

Salah satu cara mengendalikan risiko dikenal dengan nama diversifikasi. Gampangnya, ini kayak prinsip ekonomi, don‘t put all your eggs in one basket. Jangan bergantung pada satu hal aja, kecuali Tuhan tentunya. Kalo lo nabung, jangan nabung di tabungan aja. Kalo banknya kacau kayak bank century gimana? Nabunglah di beberapa bank dan beberapa instrumen investasi lainnya. Ato kalo lo beli gadget, pastiin ada garansinya sehingga kalo rusak, risiko lo kehilangan itu gadget untuk selamanya bisa diminimalkan. Ato kalo punya pacar, jangan satu doang. Minimal prinsip “dimana bumi dipijak, disitu ada gebetan” harus tetep dijunjung, soalnya kalo diputusin kan lo jadi gak galau-galau amat gitu. *ditoyor si patjar*

Yah demikian deh. Pokoknya, risiko itu inevitable. Apapun yang kita lakukan, pasti ada risikonya. Permasalahan yang jauh lebih menarik adalah apakah kita mau deal dengan risiko tersebut atau gak. Soalnya, high risk biasanya high return juga. Semakin tinggi risiko yang ditanggung, semakin besar pengembalian pada kita. Misalnya, kalo kalian suka terjun payung, rasa fulfilled yg kalian rasakan pas berhasil mendarat itu pasti jauh lebih membanggakan ketimbang kalo kalian berhasil menang lomba makan kerupuk sekecamatan, gitu. Haha.

Selamat bermain dengan risiko.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s