Surprise, Surprise!!

Banyak teman bertanya pada gw, kenapa gw milih kerjaan yang sekarang. Gw kemudian jawab dengan jawaban tipikal, buat ngasi keluarga gw makan. I‘m oldest of three, my second brother is still on college and even the youngest is still on elementary. But that‘s not all. Biasanya, gw kemudian akan lanjut cerita betapa sebelnya gw ama kerjaan gw yang sekarang dan betapa pengen gw ninggalin kerjaan ini kalo gw gak inget posisi gw tadi.

Tapi kemudian takdir berkata lain. Kantor gw ngasi gw “napas baru”, dengan mengirim gw ke sebuah program beasiswa sehingg gw bisa bebas gak ngantor selama satu setengah tahun. Envy me? I‘m telling you again then that my scholarship n living allowance they gave me during this program, is more than the amount of my monthly salary. Haha.

Ada lagi kasus temen gw. Dia deket sama seorang cowo. Cowo itu bak a guy in her dreams, memenuhi semua kriteria cowo idamannya. Mereka udah deket banget, sampe suatu ketika, si cowo tiba-tiba dateng ke temen gw dan menyerahkan undangan nikah.

Hidup selalu penuh kejutan. Kadang kita pengen berjalan ke A, tapi hidup membelokkan kita ke B. Tadinya mau belanja sepatu di Pasar Baru, tapi kejebak macet di Senen, akhirnya mampir ke Atrium dan gak sengaja ketemu cowo ganteng disana. Life is always full of surprises.

Kejutan demi kejutan yang diberikan hidup gak selalu menyenangkan. Kalo kasusnya kayak yang diatas, ketemu cowo ganteng trus kenalan dan minta nomor ponselnya sih jelas happy, tapi kadang life throws us lemons, yang manis kagak, kecut iya. Ketimbang ketemu cowo ganteng dan minta nomor ponselnya, kita malah ketemu sama om-om horny yang lagi nyari cabe-cabean di jam istirahat kantor. Kejutannya sama sekali gak menyenangkan, malah bikin kita sedih, bete, atau galau.

Kejutan yang gak menyenangkan itu emang gak ngenakin. Tapi yang lebih penting adalah gimana cara kita menyikapinya. Kalo ketemu om-om horny kayak gitu aja udah takut, gimana mau ngadepin bos centil yang suka umbar kata-kata porno? Lagi-lagi, semua adalah tentang gimana kita menyikapinya. Apakah mau sekalian dibecandain, ato mu diomelin sekalian? Gw sih memilihnya berdasarkan tingkat keparahan tindakan. Kalo emang parah, dihajar juga oke.

Ada banyak anekdot yang bilang if life throws lemons on you, create a lemon gun and rob the bank with it. Haha. Ada lagi yang bilang life is not about coping with storms; it is about dancing in the rain. Semua kejutan harus disikapi, tapi bagaimana cara menyikapinya, dikembalikan lagi pada kita semua. Kita semua jelas punya cara tersendiri dalam menyikapi kejutan tersebut. Cara gw tentu beda dengan cara kalian, tentunya, karena tolok ukurnya juga pasti beda.

Oke. The last but of course not the least, camkan quote ini:

Pain is inevitable. Suffering is optional. Haruki Murakami

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s