Aim, Set and Go!!

Ini harusnya jadi postingan kemaren. Karena terkendala sinyal makanya baru kepost hari ini.

Oke. Ada yang merasa tergolong kaum angker disini? Angker yang gw maksud tentu adalah kependekan dari Anak Gaul Kereta, atau mereka yang biasa pulang pergi, entah ke kantor atau ke kampus, naik kereta. Yang merasa golongan angker pasti udah akrab ya sama yang namanya berjejalan di dalam KRL.

Alkisah hari sabtu kemarin gw ngerandom bareng salah satu pacar perempuan gw, Windy. Awalnya gw gak sengaja ngirim BBM ke dia, bilang kalo gw lagi berada di tukang jahit langganan kami yang emang berposisi di dekat rumahnya di kawasan Depok. Gw awalnya cuma nanya apa dia lagi ada di rumah, karena kalo ada, gw mau mampir gitu. Taunya dia bilang dia lagi di dokter gigi, dan kebetulan posisi dokter giginya deket sama posisi penjahit gw. Klop. Kita ketemuan.

Awalnya, dia niat ngajakin gw nonton pake tiket gratisannya, tapi karena film di bioskop yang kita incar lagi gak ada yang bagus, akhirnya kita cari alternatif lain. Dasar random, maka kita pun memutuskan ke kota tua karena katanya lagi ada festival fatahillah dalam rangka revitalisasi kota tua. Well, berangkatlah kami berdua. Naik kereta.

Singkat cerita, dalam perjalanan naik kereta itu, ada satu waktu dimana kami berdua harus cepet2an berlomba ama penumpang lain buat dapetin tempat duduk. Dan si Windy sukses dapetin tempat duduk buat kami berdua. Dia bilang, kunci dapetin tenpat duduk di kereta hanya satu: FOKUS.

Ini yang kemudian mencuri perhatian gw (tsaahh bahasa gw kan…) Fokus. Fokus sebenarnya gak cuma dibutuhin dalam hal rebutan tempat duduk di kereta, atau transjakarta, atau di public transport lain. Fokus, harus dilakukan di setiap tempat, dimanapun berada, dan apapun yang sedang atau akan dilakukan. Mulai hal kecil kayak berjalan aja kita harus fokus, apalagi dalam hal besar macam mengurus negara.

Fokus juga harus dilakukan dalam bermimpi. Pernah denger anekdot tentang seseorang yang berdoa pengen dapet duit meski cuma kipas-kipas aja dan gak lama kemudian dia jadi tukang sate? Anekdot ini sebenernya kasi pelajaran berharga buat kita, bahwa kita harus fokus ama apa yang kita inginkan.

Banyak buku motivasi yang bilang bahwa tujuan harus sespesifik mungkin. Bikinlah mimpi sedetil mungkin, sefokus yang kita bisa. Misalnya kalian pengen punya rumah, bayangin rumah kayak apa yang kalian inginkan. Tipe berapa, fasadnya kayak apa, dibangun dengan material apa, bentuk jendela dan pintunya kayak apa, dicat warna apa, berapa lantai, berapa kamar, furniturnya gimana dan sebagainya. Mimpi yang detil membantu kita fokus untuk mewujudkannya. Dengan bikin mimpi yang detil, rencana yang dibuat juga akan detil dan kita akan termotivasi untuk mewujudkannya.

Fokus membantu kita untuk tau apa yang kita inginkan dan seberapa mampu kita untuk mewujudkannya. Fokus pada satu hal penting dan mengabaikan hal yang gak penting juga membantu kita untuk belajar mengenali lingkungan sekitar, apa yang dapat membantu kita mewujudkan mimpi atau dapat menghalangi kita meraih mimpi.

Intinya hanya kita harus fokus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s