Perfect Villain

Akhir-akhir ini gw suka nonton. Tepatnya SANGAT SUKA. Hampir tiap kali ada premiere di bioskop, gw selalu nonton di hari yang sama.

Genre film favorit gw sih gak ada, tapi gw gak suka nonton drama. Alasannya klasik. Gw bisa dengan sukses ngorok di bioskop kalo nonton drama. Beberapa pacar terakhir gw suka protes kalo ngajak gw nonton drama, soalnya selalu berakhir dengan dia harus bangunin gw yang bobok asoy di dalem bioskop.

Apapun genre yang gw tonton, yang selalu jadi perhatian gw adalah tokoh antagonisnya. Selain karena yang meranin antagonis kalo gak cakep (e.g Benedict Cumberbatch di Star Trek dan di The Hobbit, Tom Hiddlestone di Thor dan di The Avengers, Charlize Theron di Snow White and the Huntsman, mendiang Heath Ledger di The Dark Knight) ya kharismatik (who can forget Anthony Hopkins at The Silence of The Lambs, or Ralph Fiennes being Lord Voldemort?) Gw selalu suka liat para pemeran antagonis itu, somehow, kadang lebih anggun, elegan, cerdas, berkarakter daripada si protagonis pemeran utama. Kadang gw juga berharap si antagonis yang menang, protagonisnya mati aja (seriously, this is the ending I expected from Harry Potter, Snow White and the Huntsman). Bahkan, kalo yang main antagonis gak cakep ato kharismatik, gw pasti langsung gak suka filmnya, haha…

Saking gw sukanya sama peran-peran antagonis itu, gw sampe mikir apa sih yang perlu dimiliki sama mereka sehingga bisa dikategorikan jadi “Perfect Villain”, dan ini sejalan sama apa yang ditulis Jennifer Maldonado di sini:

  1. Latar Belakang solid. A Perfect Villain buat gw harus punya alasan kenapa dia berubah jadi jahat, kenapa dia gak suka liat orang lain seneng, apa yang bikin dia merasionalisasikan kejahatannya. Semakin kompleks alasannya, semakin kompleks karakter dan latar belakangnya, makin sempurnalah si tokoh jahat itu.
  2. Punya soft-side. Ini penting. Soalnya, si villain kan tetep manusia, sejahat apapun dia, dia pasti punya sisi lemah, sisi yang bikin dia kembali jadi manusia biasa yang punya hati. Contohnya, sesakti apapun Lord Voldemort, dia tetep cinta ama si ular Nagini.
  3. Punya Power, dan karakter yang bikin dia berkuasa atas sesuatu. Ya gampangnya, kalian lebih yakin sama villain yang mana, tokoh mafia kuat kayak Don Michael Corleone atau bocah sembilan belas tahun yang keliatan nerd untuk bisa bunuh orang? (kecuali nama dua bocah itu Hafidt dan Asyifa sih, haha…) A Perfect Villain harus punya kekuatan dan kekuasaan, serta bisa menggerakkan pengikutnya untuk tujuan yang dia inginkan. Makanya, ada sidekick di sisi tiap villain, ‘kan? Tujuannya ya bikin si villain keliatan berkuasa, kalo katanya Maldonado, having a larger-than-life personality. Kalopun dia gak punya pengikut, minimal dia bisa mengintimidasi si protagonis, kayak Hannibal Lecter.
  4. Identikkan si villain sebagai pembawa kabar buruk. Pokoknya, kehadiran si villain harus jadi ibarat mimpi buruk bagi si protagonis. Trus si villain juga harus cerdas n pinter baca situasi ya, sehingga dia tahu apa yang orang lain gak tahu, dan kapan harus membongkar semuanya. Semuanya pasti pada tahu kan scene dimana Darth Vader membongkar rahasia kalo Luke Skywalker itu anaknya? Legend banget tuh!
  5. Hal lain: misterius, cakep and/or kharismatik, dark humor, great emotional. Bisalah bikin penonton bilang, “Anjrit ini orang, cakep-cakep jahat.” Ini sih ngaruh ke likability-nya si villain ya, selain punya soft-side tadi. Kalo yang main jadi jahatnya jelek, filmnya gak laku kali ya? Hehe…

Satu hal yang bisa disimpulkan disini adalah bahwa A Perfect Villain adalah orang yang dibenci, tapi juga harus likeable. Dia harus bisa bikin penonton benci ama dia, tapi teringat-ingat ama karakternya. Ya kayak kita sebel (plus takut) ama Hannibal Lecter, tapi gak bisa melupakan sosoknya yang cerdas, manipulatif, sekaligus kejam.

Villain, sekali lagi, adalah karakter penting yang membangun keseluruhan plot sebuah novel atau film. Perfect disini bisa jadi pendapat subjektif gw doang, karena banyak villains favorit gw yang punya karakter seperti apa yang gw sebutin diatas. Kalian-kalian juga pasti punya kriteria tersendiri mengenai apa yang bikin seorang villain perfect buat kalian. Sila kalau mau sharing.

Sampai jumpa besok. Semoga sinyal mendukung… *mau pulang kampung*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s